Kabar Gembira Untuk Pengusaha Kayu Indonesia Yang Ingin Go Internasional

Kabar Gembira Untuk Pengusaha Kayu Indonesia Yang Ingin Go Internasional

  • September 11, 2019

Berita Terbaru – Presiden Joko Widodo (Jokowi) Akan mempermudah beberapa pelaku usaha bidang furniture, rotan, serta kayu dalam pekerjaan export ke luar negeri, diantaranya ke Amerika Serikat (AS). Keringanan yang diberi Pemerintah dalam rencana menggenjot kapasitas export tanah air ditengah-tengah keadaan perang dagang di antara China dengan AS. Ditambah lagi, produk furniture yang masuk ke negeri Paman Sam sekarang masih dikuasai China yang yang akan datang akan dipakai bea masuk tinggi. Oleh karenanya, Pemerintah memberi keringanan seperti tidak mengharuskan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK ke negara yang tidak mewajibkan. Lalu pemerintah akan melepaskan PPN pada kayu log.

Kabar Gembira Untuk Pengusaha Kayu Indonesia Yang Ingin Go Internasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta pada semua petinggi menteri kabinet kerja untuk membuat dengan nyata keperluan apa yang dibutuhkan dalam rencana tingkatkan export furniture serta produk kayu, dan rotan tanah air. Hal tersebut diungkapkannya waktu buka rapat terbatas (ratas) tentang penambahan export permebelan, rotan serta kayu di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pengaturan keperluan dengan nyata dalam rencana mengangkat kapasitas export sebab ratas serupa pernah dikerjakan kira-kira dua bulan yang silam.

“Sore hari ini saya ingin lebih menkonkretkan kebutuhan-kebutuhan yang ada khususnya dalam penambahan export furniture, serta beberapa produk kayu serta rotan dari negara kita,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pemerintah akan melepaskan pengenaan pajak bertambahnya nilai (PPN) pada kayu log serta tidak mengharuskan aplikasi Skema Verifikasi Otoritas Kayu atau SVLK. Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, hal tersebut dikerjakan untuk menggerakkan kapasitas export bidang permebelan, rotan, serta produk kayu.

Berdasar laporan Bank Dunia, Darmin katakan kekuatan produk permebelan, rotan, serta kayu tanah air belum dimaksimalkan benar. Ada tiga barisan usaha yaitu plywood, kayu gergajian atau olahan, serta furniture atau furniture. Baru saja ini, mungkin sebulan lalu ada instansi keuangan internasional (IMF) menilai banyak negara mana yang dapat punyai kekuatan cepat ditingkatkan. Waktu bicara Indonesia, ia ucap kayu serta produk kayu. “Spesial furniture, furniture. Dua tahun paling akhir ini export mereka melambat,” kata Darmin di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Oleh karenanya, Pemerintah akan penuhi semua bentuk keperluan beberapa aktor usaha furniture, rotan, serta kayu tanah air untuk menggerakkan kapasitas export. Dari mulai penyederhanaan perizinan, pembebasan PPN, sampai tidak mengharuskan SVLK. Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Darmin Nasution mengutarakan jika Pemerintah akan melapangkan aplikasi Skema Verifikasi Otoritas Kayu atau SVLK pada tiap pekerjaan export. Darmin katakan, pelonggaran itu ialah tidak mengharuskan aplikasi SVLK pada pekerjaan export ke negara yang tidak menerapkannya. Sedang buat negara yang mengaplikasikan harus tetap dipenuhi.

“Jika ke negara yang tidak SVLK tidak perlu lah kita harus urus SVLK ,” kata Darmin di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Darmin mengatakan, keharusan aplikasi SVLK saat pekerjaan export ke negara seperti Uni Eropa, Kanada, Australia, serta Inggris. Sedang yang selain itu tidak diharuskan. “Selain itu, AS tidak ada SVLK. Jadi saran mereka yang harus saja lah. Logis sekali memang,” tegas Darmin. “Di luar itu, AS tidak ada SVLK. Jadi usulan mereka yang wajib saja lah. Masuk akal sekali memang,” tegas Darmin.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*