Ini Dampak Buruk Yang Akan Terjadi Pada Bumi Jika Suhu Di Laut Naik Menurut Para Pakar

Ini Dampak Buruk Yang Akan Terjadi Pada Bumi Jika Suhu Di Laut Naik Menurut Para Pakar

  • January 15, 2020

Berita Terbaru – Pada 2019, penambahan panas laut di dunia pecahkan rekor baru. Di lain sisi, ini tunjukkan jika bumi kita sedang percepat pergerakan pemanasan. Satu analisa baru mengutarakan jika lima tahun paling akhir adalah jejeran tahun terhangat buat lautan. Penambahan jumlahnya panas pada lautan sama dengan tiap masyarakat bumi memakai 100 microwave oven selama seharian serta selama malam. Tetapi, kenapa panasnya lautan jadi tolak ukur dari kondisi genting iklim?

Ini Dampak Buruk Yang Akan Terjadi Pada Bumi Jika Suhu Di Laut Naik Menurut Para Pakar

Ini karena lautan dunia menyerap lebih dari 90 % panas yang terjebak oleh gas rumah kaca yang dipancarkan dari pembakaran bahan bakar fosil, perusakan rimba, serta kegiatan manusia yang lain. Mengakibatkan, lautan yang lebih panas akan memunculkan badai yang lebih kronis serta mengganggu siklus air hingga bisa perbanyak banjir, kekeringan, kebakaran rimba, dan kenaikan permukaan laut yang tidak dapat terhindar.

Temperatur yang tambah tinggi dapat membahayakan kehidupan di laut sebab jumlahnya gelombang laut akan bertambah tajam. Ukuran paling biasa dari pemanasan global ialah suhu udara permukaan rata-rata, sebab disini orang hidup.

Tetapi, kejadian iklim alami seperti momen El Nino dapat benar-benar beragam dari tahun ke tahun. Dalam studinya, Prof John Abraham di University of St Thomas, di Minnesota, AS menjelaskan jika lautan bisa memberitahu berapa bumi akan menghangat. “Dengan memakai lautan, kita lihat pergerakan pemanasan planet Bumi yang berkepanjangan, tidak terputus serta makin cepat. Ini kabar buruk,” katanya seperti dikutip The Guardian, Senin (13/01/2020).

Menurut Prof Michael Mann, di Penn State Kampus, AS, dia menerangkan jika tahun 2019 tidak cuma jadi tahun terpanas dalam catatan. “Itu tampilkan penambahan (panas) setahun paling besar dalam semua dekade, satu peringatan serius jika pemanasan yang dikarenakan manusia pada planet kita terus bersambung,” tutur Mann. Dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences, ada analisa yang memakai data lautan dari tiap sumber yang ada. Sejumlah besar data datang dari 3.800 yang melayang-layang di perairan bebas Argo serta menyebar di samudera.

Diluar itu, didapatkan masih dari bathythermographs, seperti torpedo yang dijatuhkan dari kapal di waktu dulu. Hasilnya, penambahan panas berlangsung pada pergerakan pemercepatan saat gas rumah kaca menimbun di atmosfer. Pergerakan dari 1987 sampai 2019 ialah empat 1/2 kali bertambah cepat dari 1955 sampai 1986. Sejumlah besar daerah lautan tunjukkan penambahan daya panas. Oleh karena itu, Daya ini menggerakkan badai yang semakin besar serta cuaca yang lebih berlebihan, “Saat dunia serta lautan menghangat, itu mengubah langkah hujan turun serta menguap.

Ada ketentuan biasa jika wilayah yang lebih kering bisa menjadi lebih kering serta wilayah yang lebih basah bisa menjadi lebih basah, serta curah hujan akan berlangsung di wilayah hujan yang semakin besar,” tutur Abraham. Diluar itu, lautan yang lebih panas dapat mengembang serta meluluhkan es hingga permukaan laut akan naik. Ini dipertunjukkan dari 10 tahun paling akhir yang tunjukkan permukaan laut paling tinggi serta diukur dalam catatan yang datang dari tahun 1900.

Serta, menurut beberapa ilmuwan, seputar satu mtr. kenaikan permukaan laut di akhir era ini, cukup untuk menggusur 150 juta orang di penjuru dunia. Serta Smale, di Asosiasi Biologi Kelautan di Inggris, serta bukan sisi dari team analisa, menjelaskan cara yang dipakai hebat serta data ialah yang paling baik yang ada.

“Buat saya, pesan yang dapat dibawa pulang ialah jika kandungan panas dari susunan atas lautan global, terutamanya sampai kedalaman 300 mtr., bertambah secara cepat, serta selalu bertambah saat lautan mengisap makin banyak panas dari atmosfer,” tutur Smale.

Menurut Smale, susunan atas laut penting buat keanekaragaman resapi laut. Hingga bila pemanasan terus bertambah, akan berefek pada kehidupan laut. Analisa baru memandang panas di 2.000 mtr. paling atas samudera, sebab di situlah sejumlah besar data disatukan. Itu tempat sejumlah besar panas terakumulasi serta dimana sejumlah besar kehidupan laut hidup.

Cara analisa ditingkatkan oleh beberapa periset di Akademi Pengetahuan Pengetahuan China di Beijing serta memakai cara statistik untuk menginterpolasi tingkat panas di sejumlah tempat dimana tidak ada data, seperti dibawah susunan es Kutub Utara. Analisa berdiri sendiri pada data yang juga sama dikerjakan oleh Tubuh Oseanografi serta Atmosfer Nasional AS.

Tubuh ini tunjukkan jika trend panas yang bertambah sama. Pengukuran panas laut yang handal merentang ke pertengahan era ke-20. Tapi Abraham mengatakan, ”Bahkan sebelum itu, kita ketahui lautan tidak kurang panas.” “Data yang kami punya tidak bisa dipungkiri, tapi kami masih punya keinginan sebab manusia masih bisa ambil aksi,” tuturnya. “Kami cuma belum ambil aksi yang bermakna.”

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*