2 Penyakit Yang Kerap Kali Menghampiri Kita Ketika Musim Hujan Telah Tiba

2 Penyakit Yang Kerap Kali Menghampiri Kita Ketika Musim Hujan Telah Tiba

  • February 13, 2020

Berita Terbaru – Masuk musim hujan, banyak wilayah di Indonesia terutamanya Jakarta sering alami banjir yang cukup kronis. Tidak hanya harta serta benda yang terbenang, banjir membuat beberapa penyakit kulit yang perlu dicermati. CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINDSV menjelaskan, beberapa penyakit kulit ada waktu banjr dikarenakan jumlahnya kotoran yang datang dari selokan. Oleh karenanya, Anthony memperingatkan untuk siaga pada tiga penyakit kulit yang rawan berlangsung buat beberapa korban banjir:

2 Penyakit Yang Kerap Kali Menghampiri Kita Ketika Musim Hujan Telah Tiba

Yang pertama adalah Kurap serta kandidiasis

Waktu hujan lebat yang membuat banjir, baju akan susah dicuci dengan bersih serta kering hingga keadaan baju waktu digunakan lembap. Ini menggerakkan jamur tinea atau candida ada pada kulit beberapa korban banjir.

“Penyakit intinya banjir ialah jamur, baik itu jamur tinea atau candida itu tentu muncul serta bisa banyak,” tutur Anthony waktu didapati dalam seminar media bertopik Sifilis, silent disease, si perusak organ di Jakarta, Rabu (12/02/2020). Tinea corporis atau disebutkan kurap adalah infeksi jamur yang memunculkan ruam pada kulit. Kurap bukan penyakit kulit yang serius tetapi bisa menebar serta menyebar.

Sedang, candida yang disebut tipe jamur pemicu penyakit kulit kandidiasis bisa membuat ruam pada kulit. Ruam yang ada bisa membuat kulit gatal, pecah-pecah, serta kering. Disamping itu, Kandidiasis dapat memunculkan lepuhan serta nanah pada kulit. Biasanya berlangsung di wilayah lipatan kulit seperti antara jari serta ketiak.

Yang kedua adalah Eksema atau eksim

Menurut Anthony, penyakit kulit eksim atau eksema dapat ada pada korban banjir. Ini adalah penyakit kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, serta rasa gatal pada kulit. Bukan lantaran bakteri atau jamur, eksema ada sebab unsur psikologis satu orang saat banjir, diantaranya ialah stress. “Jika eksema umumnya muncul sebab depresi, rumah banjir, kegiatan tidak dapat, lebih ke psikis,” tutup Anthony.

Dikutip SehatQ, eksim kering bisa tampil di semua umur. Tidak sama dari penyakit kulit umumnya, eksim kering berbentuk kambuhan. Eksim kering tidak dapat sembuh. Hingga waktu kumat, perawatan yang dikerjakan diperuntukkan untuk menurunkan tanda-tanda yang ada.

Dalam arti kedokteran, eksim kering dikatakan sebagai dermatitis atopik. Selama ini, pemicu eksim kering belum didapati dengan tentu. Tetapi, penyakit kulit ini sering dihubungkan dengan genetik atau kisah keturunan. Karena, bila ada orang-tua yang mempunyai eksim kering, karena itu keturunannya memungkinkan terserang penyakit ini dibandingkan orang lain.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*