Akhirnya Terbukti Sudah Pernyataan Dan Perkiraan Einstein Tentang Ketai Putih

Akhirnya Terbukti Sudah Pernyataan Dan Perkiraan Einstein Tentang Ketai Putih

  • February 15, 2020

Berita Terbaru – SALAH satu perkiraan teori relativitas umum Einstein ialah jika benda apa saja yang berputar-putar akan menarik serta mengubah formasi atau susunan ruang-waktu di sekitarnya. Ini diketahui jadi “frame-dragging” atau “tarikan kerangka”. Dalam kehidupan setiap hari, tarikan kerangka tidak terdeteksi serta tidak penting sebab dampaknya benar-benar kecil.

Akhirnya Terbukti Sudah Pernyataan Dan Perkiraan Einstein Tentang Ketai Putih

Untuk mengetahui tarikan kerangka yang semuanya dikarenakan oleh putaran bumi, kita memerlukan satelit seperti Gravity Probe B sejumlah US$750 juta serta pendeteksian perkembangan pojok pada giroskop yang sama dengan cuma satu derajat tiap 100.000 tahun atau lebih. Beruntungnya buat kita, alam semesta memiliki kandungan banyak laboratorium gravitasi yang berlangsung dengan alami hingga membuat beberapa fisikawan bisa memperhatikan perkiraan Einstein cuma dari Bumi serta dengan hasil benar-benar detil.

Riset team kami, yang diterbitkan belakangan ini di Science, mengutarakan bukti tarikan kerangka pada rasio yang tambah lebih riil, dengan memakai teleskop radio serta sepasang bintang rapat serta detil yang bergerak sama-sama mengelilingi keduanya pada kecepatan yang tidak pasti. Pergerakan bintang-bintang ini akan memusingkan beberapa astronom pada masa Newton, sebab mereka jelas bergerak dalam ruang-waktu yang melengkung. Ini memerlukan teori relativitas umum Einstein untuk menerangkan trek pergerakan mereka.

Relativitas umum adalah dasar teori gravitasi kekinian. Dia menerangkan dengan benar-benar pas pergerakan bintang, planet, satelit, serta saluran waktu. Salah satunya perkiraan yang kurang didapati yaitu benda yang berputar-putar bisa menyeret atau menarik kerangka ruang-waktu di sekelilingnya. Makin cepat satu objek berputar-putar karena itu makin masif efeknya hingga makin kuat juga tarikan ruang-waktu.

Salah satunya tipe objek yang benar-benar berkaitan dengan kejadian ini ialah white dwarf atau bintang katai putih. Objek ini adalah pokok tersisa dari bintang mati yang dahulunya pernah mempunyai massa seringkali semakin besar dari massa matahari kita, tetapi mereka sudah kehabisan bahan bakar hidrogen. Yang masih ada darinya seperti dengan ukuran bumi tetapi mempunyai massa beberapa ratus sampai beberapa ribu kali lipat semakin besar. Katai putih dapat berputar-putar cepat sekali, berotasi tiap satu atau dua menit, tidak seperti Bumi yang berotasi setiap 24 jam.

Tarikan kerangka yang dikarenakan oleh katai putih dengan kasar 100 juta kali lebih kuat dari yang dibuat oleh Bumi. Kita tidak dapat terbang ke katai putih serta mengeluarkan satelit di sekelilingnya. Tetapi, alam semesta benar-benar baik buat beberapa astronom serta mempunyai langkah tertentu yang membuat mereka masih bisa dilihat, diantaranya dengan penilaian bintang yang mengorbitnya yang disebutkan pulsar.

Dua puluh tahun kemarin, teleskop radio observatorium Parkes, punya instansi analisa sains serta industri Australia atau The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), temukan pasangan bintang ganda yang terbagi dalam satu katai putih (memiliki ukuran seperti Bumi tetapi 300.000 kali lebih berat) serta satu radio pulsar (cuma memiliki ukuran seperti satu kota tetapi 400.000 kali lebih berat).

Dibanding dengan katai putih, pulsar adalah tipe yang benar-benar tidak sama. Mereka tidak dibuat dari atom konvensional, tetapi dari neutron yang terkemas rapat serta membuat benar-benar padat, berdensitas tinggi. Ditambah lagi, pulsar dalam riset kami berputar-putar 150 kali tiap menitnya. Ini bermakna jika 150 kali tiap satu menit, satu “sinar mercusuar” gelombang radio yang dipancarkan oleh pulsar akan melalui titik di bumi sekarang serta memberikan keuntungan untuk riset.

Kami bisa memakainya untuk memetakan jalan pulsar waktu dia mengorbit katai putih dengan tahu kecepatan sinar serta mencatat kapan denyut gelombang datang pada teleskop kami. Cara ini mengutarakan jika ke-2 bintang mengorbit keduanya dalam tempo kurang dari 5 jam. Pasangan bintang ini, dengan sah dinamakan PSR J1141-6545, adalah laboratorium gravitasi baik. Semenjak 2001, kami sudah berulang-kali dalam satu tahun berkunjung ke observatorium Parkes untuk memetakan orbit skema ini yang memperlihatkan banyak dampak gravitasi Einstein.

Memetakan evolusi atau perkembangan orbit bukan pekerjaan yang pas untuk orang yang tidak sabar serta pengukuran kami memberi hasil yang benar-benar pas. Walau PSR J1141-6545 memiliki jarak beberapa ratus kuadriliun km. jauhnya dari bumi (satu kuadriliun sama juga dengan sejuta miliar), kami ketahui jika pulsar ini berotasi 2,5387230404 kali per detik serta orbitnya “berguling-guling” di angkasa. Ini bermakna bagian orbitnya tidak masih, serta berputar-putar dengan perlahan-lahan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*